Site icon Kerispy

Cintai Warisan Bangsa Yuk, Nih 10 Makanan Tradisional Kita

Indonesia tidak hanya dikenal lantaran keindahan alam dan ragam budayanya, melainkan juga makanan tradisional yang kelezatannya tiada dua. Tak heran jika makanan asal nusantara mampu memikat hati siapa saja yang mencobanya. Bahkan, sejumlah kuliner tradisional Indonesia masuk daftar makanan terlezat di dunia. 

Rendang

Rendang merupakan kuliner khas Minangkabau yang terbuat dari daging sapi. Rendang kaya akan bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, serai, cabai, pala, daun kunyit, daun jeruk, dan garam. Tak heran apabila aroma rempahnya begitu kuat. Untuk menghasilkan rendang yang empuk, daging sapi yang telah diberi bumbu akan dimasak dengan santan kental dan santan encer selama lima hingga enam jam.

Makanan yang dinobatkan sebagai kuliner terlezat di dunia mengalahkan makanan Jepang yakni sushi ini biasanya dihidangkan saat acara pernikahan, perayaan Idulfitri dan Iduladha, dan acara besar lainnya. Namun, Anda bisa menikmati lezatnya rendang setiap saat karena makanan ini dapat ditemukan di Rumah Makan Padang. Salah satu rekomendasi terbaik adalah Rumah Makan Simay di Jalan Palmerah Utara Nomor 27, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gudek

Kuliner asli Yogyakarta ini menawarkan cita rasa nangka muda yang dipadu sempurna dengan bumbu rempah. Proses pembuatan gudeg cukup menghabiskan waktu lama, sebab nangka muda yang dicampur dengan santan harus dimasak hingga bumbu meresap. Meskipun gudeg didominasi rasa manis, kini tersedia gudeg yang menawarkan rasa pedas gurih dengan sedikit rasa manis khas gudeg. 

Umumnya, gudeg disajikan dengan tambahan  krecek, tahu, telur bacem, dan suwiran ayam kampung. Beberapa warung gudeg juga menyediakan tambahan lauk pelengkap, mulai dari sayur, ceker, hingga gorengan. Gudeg dapat dengan mudah ditemukan di Kota Yogyakarta. Salah satu yang legendaris adalah Gudeg Bu Narti yang terletak di Jalan Gajah Mada, Pakualam,  Yogyakarta, dekat dengan bekas gedung bioskop Permata.

Baca juga: Bercita Rasa Khas, Intip 10 Minuman Tradisional Indonesia Ini!

Nasi Goreng

Selain rendang, nasi goreng juga termasuk makanan terlezat di dunia. Konon, nasi goreng berasal dari Tiongkok yang dibawa ke Indonesia pada tahun 4000 SM. Lantaran orang Tionghoa tidak menyukai makanan dingin, nasi yang ada diolah dengan bumbu sehingga menghasilkan cita rasa yang nikmat. Mulanya, bumbu nasi goreng hanyalah bawang putih, bawang merah, garam, dan kecap manis saja. 

Lambat laun, makin banyak varian bumbu dan rasa, seperti nasi goreng bakso, telur, mercon, ayam, seafood, hingga nasi goreng gila. Nasi goreng sangat mudah ditemukan di pinggir jalan, pujasera, hingga restoran. Nasi Goreng MPR di Jalan RS. Fatmawati Nomor 16A, Cilandak, Jakarta Barat tercatat sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati kuliner tradisional ini.

Papeda

Makanan tradisional Papua ini terbuat dari tepung sagu yang dimasak dengan air, garam, dan sedikit perasan jeruk nipis hingga mengental. Biasanya, papeda disajikan dengan kuah kuning dari ikan mubara atau tongkol yang dibumbui kunyit, penyedap rasa, dan jeruk nipis. Papeda merupakan pengganti nasi yang sarat akan gizi dan mampu mengembalikan energi setelah beraktivitas. Papeda dapat Anda temukan di warung makan khas Papua, seperti Papoea by Nature di Jalan Pakubuwono VI Nomor 77, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Soto Banjar

Makanan khas Kalimantan Selatan ini memiliki aroma rempah yang kuat karena berasal dari campuran biji pala, kayu manis, cengkeh, lada, kayu manis, kapulaga, dan bungalawang serta bumbu halus, seperti bawang putih, bawang merah, dan jahe. Lantaran menggunakan ayam kampung muda yang dicampur susu, rasanya perpaduan antara gurih dan sedikit manis. Namanya sendiri diambil dari suku yang mendiami wilayah Kalimantan Selatan, Suku Banjar. Namun, ada juga yang menyebut bahwa soto Banjar dibawa tentara Demak saat memberi bantuan ke Kerajaan Banjar

Anda bisa menikmati semangkok soto ini dengan tambahan perkedel, telur bebek, ketupat, sambal, dan perasan limau di Kedai Bang Amat Jalan Banua Anyar Nomor 6, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain di tempat asalnya, soto Banjar bisa ditemukan di rumah makan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Semarang, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Bakmi Jawa

Sesuai namanya, kuliner tradisional khas jawa ini menggunakan mi kuning basah dan ayam kampung yang dimasak bersama bumbu halus, yakni bawang merah, bawang putih, kemiri, ebi, lada, dan garam. Meskipun tampak mirip dengan bakmi pada umumnya, ciri khas bakmi Jawa terletak pada penambahan telur bebek. Untuk menambah rasa, makanan ini disajikan dengan acar cabai rawit, acar mentimun, dan kerupuk kanji. Tersedia dua jenis bakmi Jawa, yakni rebus dan goreng. 

Kuliner ini mudah ditemukan di warung pinggir jalan di Yogyakarta. Salah satu tempat yang direkomendasikan adalah Bakmi Pak Lele di Jalan Pojok Tenggara, dekat Alun-Alun Keraton Yogyakarta.  

Baca juga: Pecinta Mie Wajib Tau, Kenali 10 Macam Mie Ini Yuk

Mie Aceh

Kuliner tradisional dari Aceh ini terbuat dari mi telur atau mi kuning yang dicampur dengan daging kambing atau sapi. Bahkan, beberapa penjual mengganti daging tersebut dengan udang, kepiting, atau cumi. Mi Aceh memiliki aroma yang agak tajam lantaran menggunakan jinten, jahe, dan kari bubuk. Mi Aceh tersedia dalam tiga varian, yaitu goreng, kuah, dan setengah basah (nyemek). 

Biasanya, mi Aceh disajikan dengan taburan bawang merah goreng, kacang goreng, acar bawang, mentimun, cabai, perasan jeruk nipis, dan emping. Mi Aceh bisa Anda temukan di rumah makan khas Aceh, seperti Mie Aceh Seulawah di Jalan Bendungan Hilir 8, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Nasi Tiwul

Makanan pengganti nasi ini dulunya menjadi makanan pokok masyarakat di Gunungkidul, Yogyakarta. Kuliner tradisional ini terbuat dari singkong kering atau tepung gaplek sudah digiling. Berbeda dengan nasi putih, tiwul memiliki tekstur yang kenyal dengan rasa manis alami dari gula jawa. Biasanya, nasi tiwul dihidangkan dengan parutan kelapa atau sayur cabai sehingga rasanya manis gurih. 

Nasi tiwul dapat ditemukan di pasar tradisional, pusat oleh-oleh Yogyakarta, dan rumah makan, seperti Warung Tiwul Yu Tum di Jalan Pramuka Nomor 36, Gunungkidul, Yogyakarta. 

Gulai Ikan Patin

Gulai ikan patin merupakan kuliner tradisional asal Jambi. Berbeda dengan gulai biasanya, makanan ini dimasak menggunakan ikan patin yang dicampur dengan rempah, seperti bawang merah dan putih, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, pala, adas, serai, jintan, kayu manis, dan tempoyak. Meskipun aromanya tajam, cita rasa makanan ini unik, perpaduan gurih, pedas, dan sedikit asam. Gulai ikan patin dapat ditemukan di rumah makan khas Jambi. 

Ayam Betutu 

Kuliner khas Pulau Dewata ini terbuat dari ayam yang diisi bumbu tradisional Bali di bagian perut. Ayam betutu dibungkus menggunakan daun pisang, bisa juga dengan daun pinang untuk menghasilkan panggangan yang merata. Proses pemanggangan dalam api sekam membutuhkan waktu semalam. Makanan yang dulu dihidangkan ketika upacara kegamaan ini memiliki aroma yang lezat dan sarat akan bumbu rempah. Rasanya gurih dan nikmat. 

Kendati makanan ini dapat dengan mudah Anda temukan di hampir seluruh rumah makan dan restoran di Bali, Warung Betutu Liku di Jalan Nakula Timur Nomor 19A Legian, Kuta, Bali sangat direkomendasikan. Pasalnya, selain rasanya yang maknyus, harga yang dibanderol untuk menikmati ayam betutu tergolong ramah kantong. 

Demikianlah sejumlah daftar warisan makanan tradisional Indonesia yang kaya rasa dan gizi. Yang mana menu favorit Anda? Ayo, bagikan artikel ini agar makin bermanfaat!

Exit mobile version