Food Menu

Jadi Pengen Mukbang! Cobain 10 Makanan Korea Favorit Ini

Makanan Korea sedang booming di negara-negara Asia, terutama Indonesia. Pasalnya, drama asal negeri gingseng sangat rajin memasukkan adegan menyantap hidangan khas mereka. Alhasil, banyak penonton yang merasa penasaran dengan cita rasa masakan Korea. Nah, berikut ini sepuluh makanan favorit asal Korea yang bakal bikin kamu pengin mukbang.

Kimchi 

Menurut sejarah, makanan tradisional Korea ini sudah ada sebelum era Tiga Negara (Wei, Shu, dan Wu)—masa berakhirnya Dinasti Han. Cara paling otentik dalam membuat kimchi adalah dengan merendam sayur seperti kubis, lobak Korea, atau mentimun dengan air garam. Kemudian, bumbui dengan pasta cabai Korea, pir Asia, jahe, bawang putih, daun bawang, dan udang asin. 

Kimchi umumnya memiliki rasa asam, pedas, dan agak gurih. Namun, cita rasa kimchi sangat tergantung pada lama proses fermentasi, serta jumlah garam atau gula yang digunakan. Kamu bisa menemukan hidangan ini di berbagai toko online yang menjual makanan Korea, dengan harga sekitar Rp25.000-R30.000 per kemasan 250 gram. Kamu juga bisa mampir ke franchise resto Korea terkenal seperti Samwon House untuk menikmati kimchi dengan harga sekitar Rp50.000 per sajian. 

Baca juga: Abis Mukbang Belum Kenyang? Cobain 10 Jajanan Korea Yuk!

Jajangmyeon

Gonghwachun adalah sebuah restoran China di daerah pecinan Incheon, yang pertama kali mengenalkan jajangmyeon di Korea pada tahun 1905. Isian jajangmyeon umumnya zucchini, daging sapi atau hidangan laut, bawang merah, dan pasta kedelai hitam (chunjang). Cita rasa dari makanan ini juga bergantung pada olahan pasta kedelai dan bahan isian yang dipakai. 

Akan tetapi, jajangmyeon umumnya terasa manis dan gurih. Di Darin “Master Of Noodle”Gandaria, satu porsi jajangmyeon harganya berkisar Rp54.000, sedangkan di Young DabangSenopati sekitar Rp70.000. 

Sannakji

Masyarakat Korea biasanya menyajikan sannakji dengan cara menggunting bayi gurita hidup dalam potongan kecil-kecil dan kemudian menyantapnya bersama minyak wijen. Namun, ada pula yang menyajikan gurita utuh. Untuk rasa makanan, sannakji sedikit asin, kenyal, dan lengket di mulut. 

Jadi, bila ini kali pertama kamu mencobanya, berhati-hatilah saat mengunyahnya. Potongan gurita yang bergerak di dalam mulut sering kali membuat orang tersedak. Namun sayangnya, sulit menemukan resto Korea di Indonesia yang menyajikan sannakji sebab mungkin kurang cocok dengan selera masyarakat lokal. 

Akan tetapi, jika kamu berlibur ke Korea, hampir semua pasar makanan laut menjual sannakji, khususnya Noryangjin. Untuk satu porsi sannakji, harganya sekitar 10.000-25.000 won atau setara Rp127.233-Rp318.000, ya.

Bulgogi

Hidangan ini sudah ada sejak era kerajaan kuno Goguryeo, antara 37 SM sampai 668 M. Dalam penyajiannya, bulgogi terbuat dari irisan daging sapi tipis yang dimarinasi dengan saus campuran kecap, jus pir, minyak wijen, bawang putih, dan gula. 

Di Indonesia, bulgogi sangat populer dan hampir semua resto Korea di tanah air menyajikan hidangan ini dalam pilihan menu mereka. Dari segi cita rasa, daging bulgogi terasa lembut dan juicy, dengan sedikit rasa manis, gurih, dan smoky. Untuk harga, kamu harus menyiapkan kocek sekitar Rp100.000-Rp200.000 per porsinya. Namun kalau mau lebih hemat, coba menu all-you-can-eat seperti yang ditawarkan resto Pochajjang misalnya, dengan harga paket mulai dari Rp99.000. 

Kimbap

Berdasarkan sejarahnya, kimbap muncul di masa kolonial Jepang di Korea, yang terinspirasi dari sajian norimaki sushi. Meski mirip, keduanya memiliki cita rasa yang berbeda. Nasi pada sushi terasa sedikit manis dan “tajam” karena dibumbui dengan cuka beras. Sementara itu, masyarakat Korea mencampur nasi kimbap dengan minyak wijen dan garam untuk memberikannya rasa pedas yang lembut. 

Sajian ini juga populer di Indonesia. Kamu bisa membelinya secara online dari berbagai kedai masakan Korea, dengan harga mulai dari Rp25.000. Namun jika ingin mencicipi rasa yang lebih otentik, jaringan resto masakan Korea Chung Gi Wa juga menghidangkan kimbap dengan harga sekitar Rp50.000 per porsi. 

Baca juga: Oishi! Udah Coba Belum 10 Makanan Jepang yang Mantapu Ini?

Tteokbokki

Catatan awal tentang (gungjung) tteokbokki tertulis dalam buku masak tahun 1800-an bernama Siuijeonseo. Kemunculannya terjadi di era Joseon, antara abad ke-17 sampai ke-18, ketika cabai mulai masuk ke Semenanjung Korea. Namun, tteokbokki modern yang populer saat ini adalah hasil kreasi dari seorang wanita bernama Ma Bok-rim. 

Dengan rasanya yang pedas, manis, dan bertekstur kenyal, tteokbokki Ma Bok-rim pun langsung jadi camilan yang sangat populer di Korea. Di Indonesia, tteokbokki instan bisa kamu peroleh dengan kocek Rp30.000. Namun jika pesan di resto, seperti di Jjigae House misalnya, harganya berkisar Rp85.000 per porsi.

Japchae

Japchae adalah masakan klasik dari abad ke-17, di era Dinasti Joseon. Kala itu, bawahan Raja Gwangaegun menyajikannya sebagai salah satu hidangan istimewa dalam perayaan istana. Japchae biasanya terbuat dari tumisan dangmyeon (mi ubi), minyak wijen, bawang Bombay, bayam, wortel, jamur, dan tambahan topping telur goreng di atasnya. 

Terkadang, ada juga yang menambahkan irisan daging sapi dan kecap untuk memperkaya rasanya. Hidangan ini memiliki cita rasa yang gurih dan sedikit manis. Di Indonesia, kamu bisa menemukan menu japchae dengan mudah di kedai-kedai masakan Korea, dengan harga sekitar Rp50.000 per porsi. Namun bila ingin dine-in, sepiring japchae di Gamsul Restaurant berkisar Rp115.000 per porsi.  

Baca juga: 10 Jenis Pasta yang Wajib Kamu Tau Sebelum Membuatnya!

Beondegi

Makanan ini sangat populer selama masa Perang Korea. Hal itu karena beondegi atau secara harfiah berarti pupa (kepompong) memiliki nilai gizi yang tinggi, sehingga bisa memenuhi kebutuhan protein tubuh. Untuk membuat sup beondegi, kita perlu merendam kepompong ulat sutera dengan kecap dan kemudian merebusnya. 

Setelah dimasak agak lama, kepompong akan terasa lebih lembut dan mengeluarkan sedikit cairan ketika dikunyah. Kuah beondegi rasanya gurih dan sedikit manis. Namun, kamu sulit menjumpai makanan ini di Indonesia. Jadi, kalau kebetulan pergi Korsel, mampir ke kedai-kedai kecil di pinggir jalan atau di supermarket lokal untuk membelinya. Harga satu porsi beondegi sekitar 2.000 won atau Rp25.500. 

Ramyeon

Ramyeon Korea mulai populer pada tahun 1963, pasca perang Korea. Kala itu, perusahaan makanan Samyang memproduksi produk sup mi dengan ciri khas kuah merah dan pedas. Sejak itu, ramyeon Korea sangat populer dan kini menjadi salah satu ekspor terbesar negeri ginseng ke luar negeri. 

Cita rasa ramyeon juga beragam tergantung komponen bahan yang ditambahkan ke dalamnya. Namun, sup mi ini biasanya memiliki rasa pedas, manis, dan gurih. Untuk satu porsi ramyeon instan, kamu cukup merogoh kocek Rp20.000 saja. Bila menyantap ramyeon di resto, seperti School Food Blooming Mari misalnya, harga per porsi sekitar Rp50.000 ya.

Miyeok Guk

Di Korea, masyarakat lokal biasanya menyantap miyeok guk saat merayakan ulang tahun. Tradisi makan miyeok guk atau sup rumput laut ini sudah ada sejak era Dinasti Goryeo. Konon, hal itu bermula karena masyarakat sering melihat bahwa paus selalu makan rumput laut setelah melahirkan. 

Bahan membuat miyeok guk adalah rumput laut, bawang putih, jahe, bawang merah, daging sapi, Joseon ganjang (saus sup khas Korea), dan garam. Rasa sup ini tentunya gurih dan menyegarkan, apalagi kalau kamu menyantapnya saat hangat. Sayangnya, karena ini termasuk hidangan yang sangat tradisional, kamu akan sulit menjumpainya di resto Korea yang ada di Indonesia. Pun saat pergi ke Korea, tidak semua resto menyajikannya sebagai menu reguler. 

Itulah makanan Korea yang wajib ada di daftar wisata kulinermu. Mau coba, yang mana nih?

Article Tags:
· ·
Article Categories:
Asian · Korean

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss! random posts ..