Dijamin Doyan, Yuk Cicipi 10 Makanan Timur Tengah Ini!

Kuliner Indonesia banyak dipengaruhi budaya Timur Tengah, tetapi sudahkah Anda mencoba makanan Timur Tengah yang sebenarnya? Paduan rempah dan aneka daging, sayur, serta buah-buahan membuatnya cocok di lidah orang Indonesia yang menyukai sajian kaya rasa.

Karena populer, banyak hidangan Timur Tengah bisa Anda temukan di berbagai restoran di Indonesia. Inilah 10 makanan ikonik yang harus Anda cicipi!

Shawarma

Pernahkah Anda melihat bongkahan daging besar di tusukan besi yang diiris tipis-tipis menggunakan pisau besar? Itulah shawarma, daging domba atau sapi yang dipanggang di alas memutar secara vertikal. Teknik memanggang daging ini mulai populer di era Kekaisaran Ottoman pada abad ke-19, bahkan dibawa ke berbagai negara seperti Yunani dan Meksiko.

Shawarma biasanya diiris tipis sebelum disajikan di dalam kebab atau sandwich. Anda bisa menemukannya di restoran Turki atau Lebanon seperti Al Nafoura dan Emado’s Shawarma di Jakarta.

Kebab

Siapa tidak kenal kebab? Makanan Timur Tengah ini sudah menyebar ke berbagai negara dalam bentuk potongan daging berbumbu yang dihidangkan di tusukan. Kebab biasanya dihidangkan bersama makanan lain seperti roti, bawang, sayuran, bahkan telur. Karena sederhana, kebab memiliki banyak modifikasi, tergantung asal negaranya.

Kebab hadir dalam berbagai variasi di Timur Tengah dan Afrika Utara. Di Yunani, kebab hadir sebagai isian roti lokal yang disebut gyros. Di negara-negara Barat seperti Inggris dan Amerika Serikat, kebab hadir sebagai sajian cepat saji atau food truck, tidak hanya di restoran.

Di Indonesia, kebab versi lokal hadir sebagai makanan waralaba, misalnya Baba Rafi dan Kebab Kings. Jika ingin menjajal versi otentik, Anda bisa coba King of Kebab dan Warung Turki di Jakarta.

Sambosa

Sambosa adalah nama Persia atau Arab dari samosa, hidangan semacam pangsit goreng renyah yang terkenal di India. Hal ini wajar mengingat pengaruh Timur Tengah dalam beberapa jenis kuliner India. Di Timur Tengah dan Afrika Utara, sambosa populer sebagai salah satu jajanan saat bulan puasa.

Sambosa memiliki bahan dan cara pemasakan sederhana sehingga sangat populer. Anda bahkan bisa memesan versi mentahnya dari beragam toko online di Indonesia untuk digoreng sendiri. Anda juga bisa memesannya di restoran Timur Tengah otentik seperti Abunawas dan Al Nafoura di Jakarta.

Nasi Kebuli

Nasi kebuli adalah salah satu hasil penyatuan masakan Timur Tengah dan Indonesia. Nama kebuli berasal dari kabuli palaw, versi Afganistan dari pilaf (nasi yang dimasak bersama kaldu dan rempah). Proses memasaknya juga mendapat cukup banyak pengaruh dari nasi biryani India.

Cita rasa nasi kebuli sangat kaya karena dimasak dengan kaldu kambing, santan, dan beragam rempah seperti bawang merah, bawang putih, lada, cengkih, ketumbar, pala, dan kayu manis. Nasi kebuli versi komunitas Hadhrami asal Yaman di Indonesia biasanya dihidangkan bersama sup kambing.

Ingin mencoba nasi kebuli? Kunjungi saja restoran yang menyediakan menu ini seperti Pondok Nasi Kebuli Ibu Hanna di Jakarta atau Al Jazeerah Signature Bandung.

Mutabbaq

Mutabbaq mungkin adalah makanan Timur Tengah paling terkenal di Indonesia, dan kita mengenalnya sebagai “martabak.” Sama seperti versi Indonesianya, mutabbaq aslinya adalah hidangan dari adonan tipis yang diisi adonan telur dan bumbu-bumbu sebelum dilipar (mutabbaq = “dilipat”). Hidangan ini konon berasal dari Yaman dan dibawa ke Asia Tenggara oleh pedagang Tamil.

Karena mudah dibuat, mutabbaq memiliki beragam variasi di berbagai negara. Selain martabak telur dan daging ala Indonesia, ada juga martabak kosong di Brunei yang tidak diisi apa-apa dan dimakan dengan kuah kari, atau murtabak keju di Singapura dan Malaysia. Kini, martabak telah menjadi jajanan populer di seluruh Indonesia. dan biasanya dijual di pinggir jalan pada sore hingga malam hari.

Baca juga: 10 Rekomendasi Makanan Dessert, Pelengkap Makanan Berat

Roti Maryam

Roti maryam sebenarnya merupakan nama lain dari roti canai. Namanya menunjukkan pengaruh masakan India dan negara Muslim dalam pembuatannya. Roti pipih ini biasanya dimakan dengan lauk berkuah seperti kari ayam, sapi, atau sayuran, di mana potongan rotinya digunakan untuk “menyendok” kuah.

Sama seperti martabak, roti maryam sudah menjadi bagian dari kuliner populer. Anda bisa menemukannya di berbagai tempat yang menjual kuliner India, Malaysia, atau Timur Tengah. Penang Bistro, Pappa Rich, dan Taj Mahal di Jakarta menjual roti maryam dengan cita rasa Malaysia atau India.

Kofta

Anda penyuka hidangan daging yang teksturnya lembut? Cobalah kofta, hidangan daging giling berbumbu yang berbentuk bola. Kofta populer di berbagai negara Timur Tengah, Asia Tengah, India, dan bahkan negara Eropa seperti Yunani dan Albania. Tergantung asalnya, kofta bisa terbuat dari daging sapi, domba, atau ayam, dengan campuran seperti telur, sayuran, dan rempah.

Larazeta di Surabaya terkenal karena menyajikan kofta daging sapi yang disajikan dengan gaya kebab. Jika ingin mencicipi kofta ala Lebanon yang terbuat dari daging sapi dan rempah, Anda bisa ke Beirut Lebanon Restaurant di Jakarta.

Tabouleh

Hidangan Timur Tengah tidak hanya berisi aneka daging. Tabouleh adalah semacam salad yang terdiri dari campuran tomat, bulgur, bawang, daun mint, dan daun rempah seperti parsley. Salad ini kemudian diracik bersama minyak zaitun, jus perasan lemon, dan garam. Hasilnya adalah salad dengan tekstur yang kaya dan menyegarkan, cocok untuk menemani hidangan Timur Tengah lain yang serba “berat.”

Anda bisa menemukan tabouleh di berbagai restoran Timur Tengah di Indonesia. Beirut di Jakarta dan Al Jazeerah Signature di Surabaya, misalnya, menyajikan tabouleh bersama aneka menu Timur Tengah otentik lainnya.

Manakish

Satu lagi hidangan serba roti dari Timur Tengah, manakish adalah “pizza Timur Tengah”; adonan datar yang ditaburi daging giling, keju, dan aneka rempah sebelum dipanggang. Manakish biasanya dimasak untuk sarapan atau makan siang. Nama manakish berasal dari kata bahasa Arab yang berarti “memahat” karena adonannya biasanya ditekan sedikit agar ada tempat untuk bahan-bahan taburannya.

Manakish biasanya dipanggang dengan za’atar (semacam campuran rempah), keju Arab seperti akkawi dan kashkaval, dan daging domba. Versi di Irak menggunakan kashk, semacam keju dari susu fermentasi dan gandum giling. Anda bisa menemukan manakish di restoran Lebanon seperti Al Diwan dan The Lebanesian Warung di Bali serta Al Nafoura di Jakarta.

Yughmish

Jika Anda jalan-jalan ke Jeddah saat bulan Ramadan, Anda mungkin akan menemukan penjual yughmish di pinggir jalan atau berbagai kedai. Yughmish adalah jajanan tradisional berupa adonan pipih renyah berisi daging giling, cacahan tomat, bawang, dan sedikit cabai. Yughmish dimasak dengan cara dipanggang sehingga adonannya memiliki bercak-bercak gelap yang unik.

Yughmish biasanya juga dihidangkan sebagai makanan pembuka. Anda bisa mencarinya di berbagai restoran Timur Tengah otentik di Indonesia, misalnya Larazeta, Hadramaut, dan Abunawas di Jakarta.

Baca juga: Cintai Warisan Bangsa Yuk, Nih 10 Makanan Tradisional Kita

Makanan Timur Tengah tidak hanya kaya rasa, tetapi juga mengenyangkan dan relatif cocok dengan lidah orang Indonesia. Cicipi 10 makanan ikonik ini sebelum Anda memulai petualangan kuliner ke jenis hidangan lainnya!

Article Tags:
Article Categories:
Western

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Don't Miss! random posts ..